DUNIABOLA - Pertandingan kedua Grup F antara Portugal dan Islandia berakhir dengan skor berimbang satu sama. Portugal yang merupakan tim yang paling diunggulkan di grup F ini pun tidak mampu meraih angka penuh atas Islandia. Bermain dengan semua pemain unggulannya, Portugal tampil sangat dominan pada laga tersebut. Laga yang berlangsung di Stade Geoffroy-Guichard, Rabu (15/6/2016) 02.00 WIB dinihari tadi, Islandia yang merupakan tim debutan nan tidak diunggulkan mampu menahan serangan-serangan dari Portugal.

Tertinggal lebih dulu lewat gol Nani di menit ke 31, Islandia memaksakan hasil imbang usai membalas melalui Birkir Bjarnason pada menit ke 50. Meski cuma mendapatkan satu poin, namun hasil tersebut dinilai pelatih Islandia Heimir Hallgrimsson sudah menjadi awal yang positif. Sebab satu angka itu didapatkan dari Portugal yang notabene adalah unggulan teratas di Grup F.

"Negara-negara besar mengatakan 'Jangan kalah di laga pertama'. Sama saja untuk kami, Hasil ini  tentunya menyenangkan. Meski sekadar mendapatkan satu poin, tapi poin tersebut didapati dari hasil melawan tim terbaik di grup dan sepatutnya menjadi suntikan kepercayaan diri untuk kami." sambung Hallgrimsson.

Kegembiraan Islandia seolah menjadi timpal balik bagi Portugal. Hasil seri di stadion Stade Geoffroy-Guichard, Saint-√Čtienne tersebut sama sekali tidak membuat gembira Portugal terutama pemain bintang mereka Ronaldo. Islandia yang  dinilai menerapkan sepakbola bertahan. Ronaldo pun dibuat mati kutu pada laga ini. Hasilnya, serangan demi serangan yang dibangun Portugal pun gagal berbuah hasil.

Pemain asal Real Madrid itu menilai Islandia terlalu berlebihan merayakan hasil seri di laga tersebut seperti sudah juara. Selain mengkritisi permainan Islandia, ada segelintir kabar bahwa usai laga tersebut Ronaldo menolak untuk berjabat tangan dengan para pemain Islandia. Namun Fernando Santos membantah isu tersebut. " Saya sama sekali tidak melihatnya. Ia menghampiri tribun suporter Portugal dan itu sangat luar biasa. Ia ingin mempersembahkan kemenangan, mereka sudah mendukung kami sepanjang laga. Saya tak melihat hal tersebut (Ronaldo tolak bersalaman). Saya pikir itu tidak benar." tutup Santos.

Keberhasilan Islandia menahan imbang Portugal tak terlepas dari keberhasilan mereka mematikan Ronaldo yang jelas menjadi ancaman utama dari Portugal. Faktanya penyerang 31 tahun itu tak banyak mengancam. Meski melancarkan percobaan hingga belasan kali, cuma satu yang mengarah ke gawang di mana tiga lainnya melenceng dan enam upaya berhasil diblok. Selain itu, Ronaldo melepaskan satu saja umpan kunci selama 90 menit.

Oleh sebab itu Ronaldo pun mengungkapkan rasa frustrasinya dengan menyebut Islandia bermain dengan mentalitas tim kecil yang memainkan sepakbola bertahan. Dalam pertandingan tersebut menunjukkan ketimpangan permainan kedua tim. Portugal lebih dominan dalam penguasaan bola yakni 71% berbanding 29%.




Search